Pulau Jeju kembali mencuri perhatian para pencinta K-Drama melalui Welcome to Samdal-ri (웰컴투 삼달리), drama yang mengisahkan perjalanan hidup, cinta, dan impian dua sahabat masa kecil, Cho Sam-dal dan Cho Yong-pil. Dibintangi oleh Ji Chang-wook dan Shin Hye-sun, drama ini menyuguhkan kisah yang hangat dengan latar alam Jeju yang memukau, menghadirkan suasana yang menenangkan sekaligus menyentuh hati. Keindahan panorama Pulau Jeju menjadi bagian penting dalam membangun emosi di setiap episodenya. Hamparan ladang hijau, hutan yang tenang, hingga jalan pesisir dengan deretan kincir angin memberikan sentuhan visual yang memikat dan membuat banyak penonton ingin mengunjunginya secara langsung. Jika Anda ingin merasakan suasana khas Welcome to Samdal-ri , berikut tiga lokasi syuting yang dapat menjadi inspirasi perjalanan Anda berikutnya ke Korea. 1. Ladang Barley Hijau Pulau Gapado (가파도 청보리밭) Sumber: KTO Hallyu Content Team (한류콘텐츠팀) dan Galeri KTO (Phoko) Salah satu pemandangan yang paling membekas dalam Welcome to Samdal-ri adalah hamparan ladang barley hijau yang luas di Pulau Gapado. Lanskap yang terbentang hingga ke tepian laut menjadi latar berbagai adegan yang menggambarkan ketenangan serta hubungan hangat antara para tokohnya. Keindahan alam yang sederhana namun memikat berhasil memperkuat nuansa penyembuhan ( healing ) yang menjadi ciri khas drama ini. Gapado merupakan pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jeju dan dikenal sebagai penghasil barley terbesar di Korea. Setiap musim semi, ladang barley berubah menjadi hamparan hijau yang membentang luas, menciptakan panorama yang kontras dengan birunya laut di sekeliling pulau. Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat berkeliling pulau dengan berjalan kaki atau bersepeda sambil menikmati suasana yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Untuk menuju Gapado, wisatawan dapat berangkat dari Jeju menuju Pelabuhan Unjinhang (운진항), kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal feri sekitar 10–15 menit menuju Pulau Gapado. Dari pelabuhan, ladang barley dapat dicapai dengan berjalan kaki. 2. Andol Oreum Secret Forest (안돌오름 비밀의 숲) Sumber: KTO Hallyu Content Team (한류콘텐츠팀) dan Galeri KTO (Phoko) Di tengah perjalanan para tokoh utama, Andol Oreum Secret Forest menghadirkan suasana yang tenang dan penuh refleksi. Rimbunnya pepohonan serta cahaya matahari yang menembus sela-sela hutan menciptakan latar yang hangat untuk berbagai adegan emosional, memperlihatkan momen ketika para karakter kembali mengenang masa lalu dan menemukan keberanian untuk melangkah ke depan. Andol Oreum Secret Forest merupakan kawasan hutan yang berada di sekitar salah satu oreum atau bukit vulkanik khas Jeju. Jalur hutan yang dipenuhi pepohonan tinggi serta suasana yang masih alami menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam. Berjalan menyusuri hutan ini memberikan pengalaman yang berbeda, terutama saat sinar matahari pagi menyinari jalan setapak dan menciptakan pemandangan yang terasa begitu magis. Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan dari pusat Kota Jeju dalam waktu sekitar satu jam. Karena transportasi umum menuju kawasan ini masih terbatas, penggunaan mobil sewaan atau taksi menjadi pilihan yang lebih nyaman. 3. Sinchang Windmill Coastal Road (신창풍차해안도로) Sumber: KTO Hallyu Content Team (한류콘텐츠팀) dan Galeri KTO (Phoko) Sinchang Windmill Coastal Road menjadi salah satu latar yang memperlihatkan keindahan pesisir Jeju dalam Welcome to Samdal-ri . Jalan yang membentang mengikuti garis pantai dengan deretan kincir angin putih menghadirkan panorama yang terbuka dan menenangkan. Lanskap laut yang luas memberikan kesan kebebasan sekaligus menjadi pelengkap berbagai adegan yang menggambarkan harapan dan awal yang baru bagi para karakter. Terletak di bagian barat Pulau Jeju, Sinchang Windmill Coastal Road dikenal sebagai salah satu rute berkendara paling indah di pulau ini. Perpaduan laut biru, bebatuan vulkanik, serta deretan turbin angin menciptakan pemandangan yang unik dan fotogenik sepanjang tahun. Kawasan ini juga menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbenam, ketika langit berubah menjadi gradasi warna jingga yang memantul di permukaan laut. Dari Bandara Internasional Jeju, perjalanan menuju Sinchang Windmill Coastal Road memerlukan waktu sekitar satu jam dengan mobil. Wisatawan juga dapat menggunakan bus antarkota menuju wilayah barat Jeju, kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus lokal atau taksi menuju kawasan pesisir. Bagi para pencinta K-Drama, mengunjungi lokasi syuting Welcome to Samdal-ri merupakan cara istimewa untuk mengenang berbagai adegan yang menyentuh sekaligus menikmati pesona alam Pulau Jeju secara langsung. Dari hamparan ladang barley di Gapado hingga jalan pesisir yang dihiasi kincir angin, setiap destinasi menawarkan pengalaman yang memperlihatkan sisi Jeju yang tenang, indah, dan penuh pesona.
Dok. Korea Tourism Organization (Ket. Park Bo Gum di ‘Begin to Hear Korea’) • Korea Tourism Organization meluncurkan kampanye global perdana berformat film bertajuk Begin to Hear Korea • Merangkai suara-suara Korea menjadi alunan musik untuk mengajak wisatawan menapaki perjalanan nyata dalam film Jakarta, 30 Juli 2026. Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea bersama Korea Tourism Organization (KTO) secara resmi meluncurkan video promosi pariwisata Korea secara global pada 15 Juli 2026. Video tersebut menghadirkan aktor Park Bo Gum sebagai tokoh utama dan mengangkat Korea dalam balutan sebuah karya sinematik. Melalui kampanye global pariwisata Korea 2026 bertajuk "Begin to Hear Korea", Park Bo Gum kembali dipercaya sebagai Duta Kehormatan Pariwisata Korea selama dua tahun berturut-turut. Dengan citra yang hangat dan autentik, Park Bo Gum berhasil memperkenalkan pesona Korea kepada dunia. Jika tahun lalu ia mengajak wisatawan menemukan berbagai sisi menarik Korea, maka tahun ini ia tampil sebagai seorang "sutradara musik". Bersama musisi asal Denmark, Ki (Christian Ki Dall), ia melakukan perjalanan menyusuri Korea, merekam berbagai suara khas dari berbagai tempat, kemudian merangkainya menjadi sebuah karya musik yang utuh. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada pengalaman "melihat Korea", kampanye tahun ini mengajak wisatawan untuk "mendengarkan Korea", sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam melalui unsur audio. Konsep ini juga mengakomodasi tren perjalanan global Dailycation, yaitu kecenderungan wisatawan untuk menikmati keseharian masyarakat lokal. Berbagai suara yang mungkin terdengar asing namun memikat, mulai dari pengumuman di stasiun kereta bawah tanah, hiruk-pikuk pasar tradisional, hingga gemerincing angin di bawah atap Hanok, ditampilkan secara detail sebagai bagian dari daya tarik Korea. Video promosi tersebut tayang perdana pada tanggal 15 Juli 2026 kanal YouTube resmi VISITKOREA. Sebelumnya, video teaser telah dirilis pada tanggal 10 Juli 2026 telah memperkenalkan karakter-karakter utama dalam film dan berhasil meningkatkan antusiasme publik terhadap peluncuran versi lengkapnya. Ke depannya, Korea Tourism Organization juga akan memperluas penayangan video ini melalui berbagai platform, termasuk layanan OTT, saluran Smart TV, hingga sistem hiburan dalam pesawat. Dok. Korea Tourism Organization (Ket. Park Bo Gum di ‘Begin to Hear Korea’) Pada bulan Oktober mendatang, Korea Tourism Organization akan menyelenggarakan program "Korea Sound Journey" bersama Duta Kehormatan Pariwisata Korea sebagai upaya menghadirkan pengalaman dalam film ke dalam perjalanan wisata nyata. Program partisipatif ini terdiri atas berbagai kegiatan, seperti Sound Walk, yaitu menyusuri kawasan Seoul sambil menikmati beragam suara khas kota, serta Sound Talk & Share, sesi berbagi cerita perjalanan di Korea bersama Park Bo-gum. Peserta merupakan pemenang dari kuis "Park Bo-gum's Sound Quiz Event" yang diselenggarakan melalui kanal YouTube VISITKOREA bersamaan dengan peluncuran film. Kim Jisun, Direktur Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office, menyatakan bahwa kampanye ini merupakan pendekatan baru yang memperluas pengalaman berwisata di Korea, dari sekadar melihat Korea menjadi mengalaminya melalui suara. "Melalui kampanye Begin to Hear Korea, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk merasakan Korea dengan cara yang baru dan lebih bermakna, yaitu dengan mendengarkan berbagai suara khas yang mencerminkan kehidupan sehari-hari dan budaya Korea. Kami ingin masyarakat Indonesia merasa penasaran dan antusias terhadap suara-suara yang merepresentasikan esensi Korea. Kami berharap rasa penasaran tersebut dapat mendorong lebih banyak wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Korea dan menikmati pengalaman autentiknya secara langsung." Ia juga menambahkan, "Ke depannya, KTO Jakarta akan terus menghadirkan kampanye dan program promosi yang inovatif, sejalan dengan perkembangan tren perjalanan wisata, serta relevan dengan wisatawan Indonesia. Kami berharap dapat menyambut lebih banyak lagi wisatawan dari Indonesia untuk menemukan beragam pesona Korea." Lampiran: • Thumbnail Full video = https://www.youtube.com/watch?v=GApF74TayJM • Thumbnail Teaser video = https://www.youtube.com/watch?v=alYfBwgPbLo • Thumbnail Begin to Hear Korea Quiz = https://www.youtube.com/watch?v=IwsDJyr2evE
Jeju International Airport (CJU) menjadi pintu masuk yang paling praktis bagi wisatawan yang ingin berlibur ke salah satu destinasi wisata paling populer di Korea tanpa perlu transit melalui Seoul. Pada 2025, bandara ini mencatat rekor 3,02 juta penumpang internasional, sekaligus memudahkan wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi di seluruh pulau. Panduan ini akan mengajak kamu menjelajahi beberapa destinasi yang wajib dikunjungi di Jeju, termasuk pulau-pulau di sekitarnya yang dapat dicapai dengan kapal feri. Jeju International Airport Jeju International Airport ⓒJeju Tourism Organization, Visitjeju.net Jeju International Airport merupakan salah satu bandara tersibuk di Korea, dengan jumlah penerbangan yang hanya berada di bawah Incheon International Airport. Per Juli 2026, penerbangan internasional langsung menghubungkan Jeju dengan 23 kota di enam kawasan, termasuk China, Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura. Untuk rute domestik, Jeju juga terhubung dengan berbagai kota besar di Korea seperti Seoul, Incheon, dan Busan. Berbagai destinasi populer seperti Hyeopjae Beach, Jungmun Tourist Complex, dan Seongsan Ilchulbong Tuff Cone dapat dijangkau dari bandara dalam waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam menggunakan transportasi umum. Rute Utama dari Jeju International Airport *Jadwal penerbangan dapat berubah tergantung operasional maskapai dan bandara. Silakan cek website masing-masing maskapai untuk informasi terbaru. *Lihat jadwal penerbangan Jeju International Airport. Perkiraan Waktu Tempuh ke Destinasi Wisata Utama di Jeju Wisata Jeju Berdasarkan Tema Sebagai salah satu destinasi wisata pulau unggulan di Korea, Jeju menawarkan perpaduan lanskap vulkanis yang khas, hamparan laut yang luas, serta budaya unik yang tercermin dari para haenyeo, perempuan penyelam yang menyelam bebas tanpa alat bantu pernapasan untuk mencari hasil laut. Temukan berbagai destinasi unggulan di Jeju berdasarkan temanya, mulai dari wisata bahari di sepanjang pantai berair biru kehijauan, geowisata untuk menjelajahi warisan alam dan lanskap vulkanis yang diakui UNESCO, hingga wisata kuliner yang menghadirkan hidangan khas para haenyeo di Jeju. Wisata Bahari: Menikmati Keunikan Laut Jeju Hamdeok Beach ⓒClipartKorea Hyeopjae Beach ⓒJeju Tourism Organization, Visitjeju.net / Soesokkak Estuary ⓒKorea Tourism Content Lab-Park Heung-sun Wisata Bahari: Menikmati Keunikan Laut Jeju Pantai-pantai di Jeju memiliki daya tarik tersendiri, bahkan di Korea yang dikelilingi laut di tiga sisinya. Batu basalt hitam yang terbentuk dari aktivitas vulkanis menciptakan kontras yang begitu khas dengan air laut Jeju yang berwarna biru kehijauan. Mulai dari perairan yang jernih hingga ngarai berbatu yang dikelilingi tebing dramatis, Jeju menawarkan pemandangan pesisir yang tidak akan ditemukan di tempat lain. Destinasi yang Direkomendasikan [Hamdeok Beach] Hamdeok Beach merupakan salah satu pantai paling populer di bagian timur Jeju, bersama Hyeopjae Beach dan Gimnyeong Beach. Pantai ini dikenal dengan air lautnya yang indah berwarna biru kehijauan. Dengan mendaki sebentar ke Seoubong Volcanic Cone, wisatawan dapat menikmati panorama laut dan Hallasan Mountain dari atas oreum (kerucut vulkanis) yang berada di dekat pantai. [Hyeopjae Beach] Dengan air laut berwarna hijau zamrud dan pasir putih yang lembut, Hyeopjae Beach menjadi salah satu pantai paling terkenal di bagian barat Jeju. Perairannya yang dangkal membuat pantai ini populer di kalangan keluarga dengan anak-anak. Pemandangan matahari terbenam di balik Biyangdo Island juga menjadi salah satu daya tarik utamanya. [Soesokkak Estuary] Ngarai indah ini terbentuk di tempat aliran air tawar dari Hallasan Mountain bertemu dengan laut, menciptakan kolam-kolam alami yang dalam. Wisatawan dapat menikmati pemandangannya dengan menaiki tewoo, rakit tradisional Jeju, atau perahu dayung kecil yang dapat digunakan oleh dua hingga tiga orang. Geowisata: Menjelajahi Keajaiban Alam Vulkanis Jeju Seongsan Ilchulbong Tuff Cone ⓒClipartKorea Hallasan Mountain ⓒClipartKorea / Manjanggul Lava Tube ⓒJeju Tourism Organization, Visitjeju.net Jeju merupakan pulau vulkanis yang terbentuk dari serangkaian letusan gunung berapi yang dimulai sekitar 1,8 juta tahun lalu. Hallasan Mountain, Seongsan Ilchulbong Tuff Cone, dan Geomunoreum Lava Tube System secara bersama-sama ditetapkan sebagai situs Warisan Alam Dunia UNESCO pertama di Korea. Seluruh pulau Jeju juga diakui sebagai UNESCO Global Geopark dan Biosphere Reserve. Mulai dari kawah yang menjulang di atas laut hingga lorong lava bawah tanah yang terbentuk ketika lava cair mendingin dan mengeras, Jeju menawarkan kesempatan untuk melihat jejak sejarah alam pulau ini sejak masa lampau. Destinasi yang Direkomendasikan [Seongsan Ilchulbong Tuff Cone] Seongsan Ilchulbong Tuff Cone terbentuk akibat letusan gunung berapi bawah laut di perairan dangkal sekitar 5.000 tahun lalu dan kini menjadi salah satu lokasi paling populer untuk menikmati matahari terbit di Jeju. Puncaknya dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 30 menit dan memiliki kawah dengan diameter sekitar 600 meter. [Hallasan Mountain] Dengan ketinggian 1.947 meter, Hallasan Mountain merupakan gunung tertinggi di Korea. Dari tujuh jalur pendakiannya, hanya jalur Seongpanak dan Gwaneumsa yang mengarah hingga Baengnokdam Lake di puncak. Untuk pilihan yang lebih santai, kamu dapat menyusuri Hallasan Eco-trail, jalur yang berada di ketinggian 600 hingga 800 meter dan melewati kawasan hutan. [Manjanggul Lava Tube] Terbentuk ribuan tahun lalu, lorong lava ini tetap memiliki suhu sekitar 12°C sepanjang tahun, bahkan saat musim panas. Pengunjung dapat menjelajahi sekitar 1 kilometer dari total panjang lorong yang mencapai 7,4 kilometer, termasuk melihat kolom lava setinggi 7,6 meter yang dianggap sebagai yang terbesar di dunia. Wisata Kuliner: Cita Rasa Lokal dari Daratan dan Laut Jeju Haenyeo’s Kitchen Jongdal Branchⓒhaenyeokitchen Dongmun Traditional Market ⓒKorea Tourism Content Lab-Korea Tourism Organization, Kim Ji-ho / Seogwipo Maeil Olle Market Jeju memiliki salah satu budaya kuliner paling khas di Korea yang terbentuk dari kondisi alam pulau yang unik. Hidangan khasnya mencakup hasil laut yang ditangkap oleh haenyeo, yang tradisi menyelamnya telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional; daging babi hitam Jeju yang diternakkan di padang rumput; serta jeruk dan hallabong yang tumbuh subur di iklim hangat pulau ini. Nikmati cita rasa khas Jeju yang berasal dari kekayaan daratan dan lautnya. Destinasi yang Direkomendasikan [Haenyeo’s Kitchen] Di Haenyeo’s Kitchen, wisatawan dapat mengenal lebih dekat para haenyeo Jeju, yang telah masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, sambil menikmati hasil laut yang diperoleh langsung oleh para penyelam tersebut. Jongdal Branch memadukan pertunjukan langsung dengan hidangan prasmanan, sementara Bukchon Branch menawarkan hidangan laut lengkap yang disajikan dalam beberapa menu dan ditemani media art imersif. Di dekatnya, Jeju Haenyeo Museum juga menghadirkan informasi lebih mendalam mengenai kehidupan dan tradisi para haenyeo Jeju. [Dongmun Traditional Market] Jeju Dongmun Traditional Market merupakan pasar tradisional terbesar di pulau ini dengan sejarah lebih dari 80 tahun. Setiap malam, area di sekitar Gate 8 berubah menjadi pasar malam yang menawarkan berbagai street food kekinian, seperti gulungan kimchi dengan daging babi hitam dan gimbap abalon. [Seogwipo Maeil Olle Market] Terletak di pusat Seogwipo, pasar yang ramai sepanjang tahun ini juga berubah menjadi pasar malam saat hari mulai gelap. Area pasar dilengkapi lorong beratap yang membentang di seluruh kawasan, sehingga tetap nyaman dijelajahi saat hujan. Wisatawan dapat mencicipi berbagai makanan khas Jeju, seperti omegitteok (kue beras dari millet) dan jus hallabong, hingga beragam hasil laut segar. Pulau-Pulau di Sekitar Jeju yang Layak Dikunjungi ✅ Ingin menjelajahi pulau dengan sepeda listrik? ➡️ Udo Island ✅ Ingin menginjakkan kaki di pulau paling selatan Korea? ➡️ Marado Island ✅ Ingin melihat beragam bentang alam vulkanis? ➡️ Biyangdo Island 1. Udo Island: Pulau Terbesar di Sekitar Jeju Sanho Beach ⓒClipartKorea / Geommeolle Cave ⓒClipartKorea Udo Island merupakan pulau terbesar dan paling populer di antara lebih dari 60 pulau di sekitar Jeju. Wisatawan dapat berkeliling menggunakan shuttle bus, menyewa sepeda listrik, atau skuter untuk menjelajahi pulau sesuai keinginan. Rute melingkar sepanjang 17 kilometer yang mengelilingi pulau dapat ditempuh sekitar 2–3 jam dengan sepeda listrik. Dari Seongsan Port di pesisir timur Jeju, perjalanan dengan feri menuju Udo Island memakan waktu sekitar 15 menit. Destinasi yang Direkomendasikan [Sanho Beach] Udo Sanho Beach merupakan salah satu spot foto paling populer di pulau ini, dengan air laut berwarna biru kehijauan dan pasir putih berkilau yang mengingatkan pada resor di Pasifik Selatan. Pantai ini terbentuk dari pecahan rhodolith, yaitu alga merah yang mengalami pengapuran hingga membentuk nodul menyerupai batu di dasar laut. Fenomena geologis seperti ini tergolong langka dan hanya dapat ditemukan di beberapa tempat di dunia. [Geommeolle Cave] Tersembunyi di bawah tebing pesisir, gua laut yang luas ini hanya dapat diakses saat air laut surut. Dari Geommeolle Beach, wisatawan dapat mengikuti tur perahu untuk menjelajahi gua sekaligus melihat formasi batuannya dari dekat. [Someorioreum Volcanic Cone (Udobong Peak)] Udobong Peak merupakan titik tertinggi di Udo dengan ketinggian 132 meter di atas permukaan laut. Jalur yang landai mengarah ke puncak, tempat wisatawan dapat menikmati pemandangan luas Udo Island dan Seongsan Ilchulbong Tuff Cone. 2. Marado Island: Lanskap Unik di Titik Paling Selatan Korea Korea’s Southernmost Point Monument ⓒJeju Tourism Organization, Visitjeju.net / Marado Island Catholic Church ⓒKorea Tourism Content Lab - Korea Tourism Organization Kim Ji-ho Marado Island merupakan pulau yang terletak di titik paling selatan Korea Selatan. Lanskapnya yang sebagian besar datar menawarkan pemandangan luas tanpa terhalang, dengan hamparan daratan di bawah langit terbuka. Dengan lebar hanya 500 meter dan panjang 1,3 kilometer, pulau ini dapat dijelajahi dengan santai dalam waktu sekitar satu jam. Perjalanan dengan feri dari Unjin Port dan Songaksan Port (Sanisudong Port) memakan waktu sekitar 30 menit. Destinasi yang Direkomendasikan [Korea’s Southernmost Point Monument] Monumen yang menandai titik paling selatan Korea Selatan ini bertuliskan aksara Tionghoa yang berarti “Titik Paling Selatan Republik Korea”. Tempat ini menjadi salah satu spot foto paling populer di Marado Island, tempat wisatawan mengabadikan momen kunjungan mereka. [Marado Island Catholic Church] Marado Island Catholic Church merupakan salah satu landmark paling mencolok di pulau ini dengan atap khas berbentuk cangkang abalon. Meskipun tidak ada pastor yang menetap secara permanen di kapel kecil ini, cahaya matahari yang masuk melalui skylight kaca berbentuk bundar menciptakan suasana interior yang tenang dan khidmat. [Marado Lighthouse] Dibangun pada 1915, mercusuar setinggi 16 meter ini telah lama menjadi penunjuk arah bagi kapal-kapal yang berlayar antara Laut China Timur dan perairan di selatan Jeju. Berdiri di titik tertinggi Marado Island, mercusuar ini menawarkan pemandangan luas hamparan padang rumput perak dan laut lepas. 3. Biyangdo Island: Museum Hidup Lanskap Vulkanis Biyangdo Islandⓒ Jeju Tourism Organization, Visitjeju.net / Hornitos on Biyangdo Island ⓒ Korea Heritage Service Biyangdo Island yang berada tak jauh dari Hyeopjae Beach memang berukuran kecil, tetapi menyimpan berbagai jejak aktivitas vulkanis yang menarik, termasuk hornitos atau cerobong lava serta bongkahan batu vulkanis raksasa dengan berat sekitar 10 ton. Wisatawan dapat menyusuri jalur pesisir yang mengelilingi pulau atau mendaki Biyangbong Peak untuk menikmati pemandangan yang luas. Perjalanan dengan feri dari Hallim Port di pesisir barat Jeju memakan waktu sekitar 15 menit. Destinasi yang Direkomendasikan [Biyangbong Peak] Biyangbong Peak merupakan kerucut vulkanis setinggi 114 meter yang berada di tengah Biyangdo Island. Perjalanan menuju puncak dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20 menit. Di puncaknya terdapat dek observasi dan mercusuar putih yang menghadap ke seluruh pulau. Dari atas, wisatawan dapat menikmati panorama Hyeopjae Beach dan pesisir barat Jeju yang membentang luas. [Peollangmot Pond] Peollangmot Pond merupakan salah satu rawa air asin pesisir yang paling dikenal di Korea. Saat air laut pasang, rawa ini dipenuhi air laut, sementara saat surut, air tawar mengisinya. Jalur kayu membentang melewati kawasan rawa, memungkinkan wisatawan melihat burung-burung migrasi dan tanaman yang mampu hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi dari dekat. [Hornitos on Biyangdo Island] Hornitos merupakan formasi vulkanis berbentuk seperti cerobong yang terbentuk ketika gas keluar dari aliran lava, sementara lava di sekitarnya mendingin dan mengeras. Dari sekitar 20 hornitos yang terdapat di pesisir utara Biyangdo Island, salah satu yang paling terkenal adalah “Aegi eobeun dol”, atau “Baby-Carrying Rock”, yang dinamai demikian karena bentuknya menyerupai seseorang yang sedang menggendong bayi di punggung. FAQ Jeju International Airport T. Apakah saya bisa menukar uang atau membeli kartu SIM di Jeju International Airport? J. Bisa. Terdapat konter penukaran mata uang di area kedatangan lantai pertama. Kartu SIM dan eSIM juga dapat dibeli di konter roaming operator seluler serta convenience store. T. Apakah saya bisa berkeliling Jeju hanya dengan menggunakan transportasi umum? J. Bisa. Bus yang berangkat dari halte di lantai pertama bandara dapat membawa penumpang menuju Jeju City, Seogwipo, berbagai pantai utama, dan Jungmun Tourist Complex. Bus lokal menerima kartu transportasi, tetapi beberapa rute tidak menerima pembayaran tunai. Jika berencana menjelajahi pesisir barat atau kawasan pedalaman Jeju, menyewa mobil mungkin akan lebih praktis. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Driving in Korea. T. Apakah saya bisa mengunjungi pulau-pulau di sekitar Jeju dalam perjalanan sehari? J. Bisa. Udo Island dapat dicapai dengan feri sekitar 15 menit dari Seongsan Port, Marado Island sekitar 30 menit dari Unjin Port atau Songaksan Port (Sanisudong Port), dan Biyangdo Island sekitar 15 menit dari Hallim Port. Masing-masing pulau dapat dijelajahi dengan mudah dalam waktu setengah hari. Jadwal feri dapat berubah tergantung kondisi cuaca, jadi pastikan untuk mengeceknya sebelum berangkat. T. Di mana saya bisa melihat informasi penerbangan terbaru dari Jeju International Airport? J. Informasi kedatangan dan keberangkatan secara real-time tersedia di website resmi Jeju International Airport yang dikelola oleh Korea Airports Corporation. ● Artikel asli oleh Lee Su-lynn / Diterjemahkan oleh KTO ● Foto oleh Korea Tourism Organization, Jeju Tourism Organization (Visitjeju.net), Korea Heritage Services, ClipartKorea, dan Haenyeo’s Kitchen 1330 Korea Travel Helpline: +82-2-1330 1330 Text Chat: https://m.site.naver.com/1rEid (Bahasa Korea, Inggris, Jepang, Mandarin, Rusia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia) *Artikel ini terakhir diperbarui pada Juli 2026, sehingga informasi di dalamnya dapat berbeda dengan kondisi terkini. Disarankan untuk mengecek informasi terbaru sebelum berkunjung. Sumber Artikel LINK
Pulau Jeju kembali mencuri perhatian para pencinta K-Drama melalui Welcome to Samdal-ri (웰컴투 삼달리), drama yang mengisahkan perjalanan hidup, cinta, dan impian dua sahabat masa kecil, Cho Sam-dal dan Cho Yong-pil. Dibintangi oleh Ji Chang-wook dan Shin Hye-sun, drama ini menyuguhkan kisah yang hangat dengan latar alam Jeju yang memukau, menghadirkan suasana yang menenangkan sekaligus menyentuh hati. Keindahan panorama Pulau Jeju menjadi bagian penting dalam membangun emosi di setiap episodenya. Hamparan ladang hijau, hutan yang tenang, hingga jalan pesisir dengan deretan kincir angin memberikan sentuhan visual yang memikat dan membuat banyak penonton ingin mengunjunginya secara langsung. Jika Anda ingin merasakan suasana khas Welcome to Samdal-ri , berikut tiga lokasi syuting yang dapat menjadi inspirasi perjalanan Anda berikutnya ke Korea. 1. Ladang Barley Hijau Pulau Gapado (가파도 청보리밭) Sumber: KTO Hallyu Content Team (한류콘텐츠팀) dan Galeri KTO (Phoko) Salah satu pemandangan yang paling membekas dalam Welcome to Samdal-ri adalah hamparan ladang barley hijau yang luas di Pulau Gapado. Lanskap yang terbentang hingga ke tepian laut menjadi latar berbagai adegan yang menggambarkan ketenangan serta hubungan hangat antara para tokohnya. Keindahan alam yang sederhana namun memikat berhasil memperkuat nuansa penyembuhan ( healing ) yang menjadi ciri khas drama ini. Gapado merupakan pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jeju dan dikenal sebagai penghasil barley terbesar di Korea. Setiap musim semi, ladang barley berubah menjadi hamparan hijau yang membentang luas, menciptakan panorama yang kontras dengan birunya laut di sekeliling pulau. Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat berkeliling pulau dengan berjalan kaki atau bersepeda sambil menikmati suasana yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Untuk menuju Gapado, wisatawan dapat berangkat dari Jeju menuju Pelabuhan Unjinhang (운진항), kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal feri sekitar 10–15 menit menuju Pulau Gapado. Dari pelabuhan, ladang barley dapat dicapai dengan berjalan kaki. 2. Andol Oreum Secret Forest (안돌오름 비밀의 숲) Sumber: KTO Hallyu Content Team (한류콘텐츠팀) dan Galeri KTO (Phoko) Di tengah perjalanan para tokoh utama, Andol Oreum Secret Forest menghadirkan suasana yang tenang dan penuh refleksi. Rimbunnya pepohonan serta cahaya matahari yang menembus sela-sela hutan menciptakan latar yang hangat untuk berbagai adegan emosional, memperlihatkan momen ketika para karakter kembali mengenang masa lalu dan menemukan keberanian untuk melangkah ke depan. Andol Oreum Secret Forest merupakan kawasan hutan yang berada di sekitar salah satu oreum atau bukit vulkanik khas Jeju. Jalur hutan yang dipenuhi pepohonan tinggi serta suasana yang masih alami menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam. Berjalan menyusuri hutan ini memberikan pengalaman yang berbeda, terutama saat sinar matahari pagi menyinari jalan setapak dan menciptakan pemandangan yang terasa begitu magis. Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan dari pusat Kota Jeju dalam waktu sekitar satu jam. Karena transportasi umum menuju kawasan ini masih terbatas, penggunaan mobil sewaan atau taksi menjadi pilihan yang lebih nyaman. 3. Sinchang Windmill Coastal Road (신창풍차해안도로) Sumber: KTO Hallyu Content Team (한류콘텐츠팀) dan Galeri KTO (Phoko) Sinchang Windmill Coastal Road menjadi salah satu latar yang memperlihatkan keindahan pesisir Jeju dalam Welcome to Samdal-ri . Jalan yang membentang mengikuti garis pantai dengan deretan kincir angin putih menghadirkan panorama yang terbuka dan menenangkan. Lanskap laut yang luas memberikan kesan kebebasan sekaligus menjadi pelengkap berbagai adegan yang menggambarkan harapan dan awal yang baru bagi para karakter. Terletak di bagian barat Pulau Jeju, Sinchang Windmill Coastal Road dikenal sebagai salah satu rute berkendara paling indah di pulau ini. Perpaduan laut biru, bebatuan vulkanik, serta deretan turbin angin menciptakan pemandangan yang unik dan fotogenik sepanjang tahun. Kawasan ini juga menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbenam, ketika langit berubah menjadi gradasi warna jingga yang memantul di permukaan laut. Dari Bandara Internasional Jeju, perjalanan menuju Sinchang Windmill Coastal Road memerlukan waktu sekitar satu jam dengan mobil. Wisatawan juga dapat menggunakan bus antarkota menuju wilayah barat Jeju, kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus lokal atau taksi menuju kawasan pesisir. Bagi para pencinta K-Drama, mengunjungi lokasi syuting Welcome to Samdal-ri merupakan cara istimewa untuk mengenang berbagai adegan yang menyentuh sekaligus menikmati pesona alam Pulau Jeju secara langsung. Dari hamparan ladang barley di Gapado hingga jalan pesisir yang dihiasi kincir angin, setiap destinasi menawarkan pengalaman yang memperlihatkan sisi Jeju yang tenang, indah, dan penuh pesona.
Kategori Restoran Ramah Muslim Korea Tourism Organization telah mengkategorikan Restoran yang Muslim-Friendly semenjak 2016 untuk membantu para turis muslim sehubungan dengan makanan. Ada 4 kategori restoran dalam Standar KTO yang masuk dalam kelompok Halal Restoran berikut: DAFTAR RESTORAN RAMAH MUSLIM No Kategori Sertifikasi Jenis Masakan Restoran Foto Alamat Kontak Menu Utama Fasilitas Atraksi Wisata Sekitar 1 Halal Certified Timur Tengah ASALAM (아살람) 7, Jungang-ro 2-gil, Jeju-si, Jeju-do (제주특별자치도 제주시 중앙로2길 7 ) 064-751-1225 Teh Arab, Nasi Mandi Kambing, Kambing Haneeth Parkir, Musholla Gwandeokjeong Pavillion, Yongduam, Samseonghyeol 2 Halal Certified Asia Asian Family Restaurant Dongmoon (아시안 패밀리 레스토랑 동문) 1, Namiseom-gil, Namsan-myeon, Chuncheon-si, Gangwon-do(강원 춘천시 남산면 남이섬길 1) 031-580-8099 Beef Jjajangmyeon, Nasi Bulgogi, Bibimbap Gurita, Nasi Goreng Kimchi Parkir, Musholla Nami Island, Jade Garden, Gapyeong Rail Park 3 Halal Certified Asia Dongmoon Express (동문 익스프레스 - 홍천 비발디파크) 2F, 262, Hanchigol-gil, Seo-myeon, Hongcheon-gu, Gangwon-do(강원 홍천군 서면 한치골길 262 2층) 031-581-8097 Kebab Nasi Goreng Udang dan Nasi Kotak Bulgogi Parkir, Musholla Vivaldi Park, Namnoil Riverside Amusement Park 4 Halal Certified Korea Eid(이드) 67, Usadan-ro 10-gil, Yongsan-gu, Seoul (서울 용산구 우사단로10길 67) 070-8889-8210 Sup Ayam Gunseng, Bulgogi Daging, Semur Ayam - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 5 Halal Certified Turki Kervan-Famille Station Branch (케르반 파미에스테이션점) 2F, FP216, 205, Sapyeong-daero, Seocho-gu, Seoul(서울시 서초구 사평대로 205 2층 FP216) 02-6282-4767 Mix Kebab Shish, Mix Pide Parkir, Musholla Some Sevit, Gangnam Station Underground Shopping Center 6 Halal Certified Turki Kervan Bakery&Café (케르반베이커리&카페) 1F, 204, Itaewon-ro, Yongsan-gu, Seoul(서울시 용산구 이태원로 204 1층) 02-790-5585 Baklava, Turkish Cookies - Itaewon, War Memorial of Korea, Samsung Museum of Art Leeum 7 Halal Certified Turki Kervan Turkish (Itaewon Branch) (케르반레스토랑 이태원점) 190, Itaewon-ro, Yongsan-gu, Seoul(서울 용산구 이태원로 190) 02-790-5585 Chicken Shish Kebab, Lamb Shish Kebab, Mix Shish Kebab, Truffle Cheese Steak - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 8 Halal Certified Turki Kervan Turkish Restaurant - COEX Mall Branch (케르반레스토랑 코엑스점) 513, Yeongdong-daero, Gangnam-gu, Seoul (서울 강남구 영동대로 513 ) 02-556-4767 Lokman Shish Kebab, Mixed Steak Kebab, Nurdagi Salad Parkir & Musholla di COEX Mall Bongeunsa Temple, COEX, Seonjeongneung Royal Tombs 9 Halal Certified Turki Mr.Kebab (미스터케밥) 192, Itaewon-ro, Yongsan-gu, Seoul(서울 용산구 이태원로 192) 070-7758-1997 Turkish Kebab Lamb, Pilaf Kebab - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 10 Halal Certified Korea starcatering (스타케이터링 ) 28, Noksapyeong-daero 46-gil, Yongsan-gu, Seoul (서울 용산구 녹사평대로46길 28) 02-2115-2777 Nasi Bulgogi, Burger Ayam - Seonyudo Park, Yeouido National Assembly Building, water taxi at Dangsan Station, Saetgang 11 Halal Certified Turki Sultan Kebab (술탄케밥) 126, Bogwang-ro, Yongsan-gu, Seoul(서울 용산구 보광로 126) 02-749-3890 Cheese Pide, Pilaf Kebab, Turkish Kebab Mix, Cheese Pide - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 12 Self Certified Timur Tengah Ahmed’s Asian Cuisine (아멛 아시안 퀴진 ) 639, Baekje-daero, Deokjin-gu, Jeonju-si, Jeollabuk-do (전북 전주시 덕진구 백제대로 639 (금암동 1589-1)) 063-902-0102 Curry in Naan Set Parkir Jeonju Hanok Village, Jeonju Zoo 13 Self Certified Turki Aladdin Kebab(알라딘케밥) 1F, 187, Neungheodae-ro, Yeonsu-gu, Incheon(인천광역시 연수구 능허대로 187, 1층) 032-832-6003 Assorted grill, Arabian Kebab, Chicken Curry Parkir Songdo Central Park, Incheon Metropolitan City Museum 14 Self Certified Timur Tengah CAIRO BBQ (카이로바베큐) 45, Usadan-ro 10-gil, Yongsan-gu, Seoul (서울시 용산구 우사단로10길 45) 070-4110-0087 Nasi Bebek, Koshary Mesir, Molokhia Daging - Itaewon Usadan-gil, Itaewon Shopping Street, War Memorial of Korea 15 Self Certified Turki Cappadocia (카파도키아) 123-9, Geumdan-ro, Geumjeong-gu, Busan (부산 금정구 금단로 123-9) 051-515-5981 Kebab Ayam, Kebab Shish Parkir, Musholla Beomeosa Temple 16 Self Certified Timur Tengah Dubai(두바이) 192, Itaewon-ro, Yongsan-gu, Seoul (서울특별시 용산구 이태원로 192) 02-798-9277 Dubai Mix Grilled, Nasi Ayam Mandi, Mazza Falafel - War Memorial of Korea, Itaewon Street 17 Self Certified India Foreign Restaurant(포렌 레스토랑) 42, Usadan-ro, Yongsan-gu, Seoul (서울 용산구 우사단로 42) 02-794-9292 Kare Sayur, Kare Ayam, Tandoori Ayam - National Museum of Korea, Itaewon Shopping Street 18 Self Certified Timur Tengah Hibiscuss (파티나라하이비스) 2F, 102, Tongil-ro, Jung-gu, Seoul(서울특별시 중구 통일로 102, 2층) 02-577-3434 Paket Ayam Biryani, Kabsa Lab Parkir Musical Fanta-Stick Seoul, Deoksugung, Seoul Museum of History 19 Self Certified Malaysia ITAEWON KITCHEN (이태원 키친) 2F, 34, Usadan-ro, Yongsan-gu, Seoul (서울시 용산구 우사단로 34 2층) 02-3785-2468 Nasi Goreng Ayam, Nasi Kambing, Kebab Kobideh - Itaewon Usadan-gil, Itaewon Street, War Memorial of Korea 20 Self Certified Malaysia KB RESTAURANT & HALAL FOOD (케이비레스토랑할랄푸드) 1B, 42, Jogang-ro, Tongjin-eup, Gimpo-si, Gyeonggi-do(경기 김포시 통진읍 조강로 42 지하1층) 031-981-3293 Naan, Kare Daging, Acar Sayuran Parkir Gimpo Sculpture Park, Gimpo Tea Etiquette Museum Deokpojin, Ganghwa Island
Panduan untuk wisatawan muslim dalam berwisata di Korea. Gunakan pictogram di halaman ini jika mengalami hambatan saat berkomunikasi dengan penduduk lokal di Korea. Temukan juga berbagai informasi mengenai perkembangan lingkungan ramah muslim di Korea berikut di bawah ini.
Kunjungan warga negara Indonesia ke Korea Selatan mengalami peningkatan setiap tahun, seiring dengan Gelombang Hallyu (Korean Wave) yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia telah menerbitkan 157.924 visa (meningkat 15% setiap tahun). Sehingga Kementerian Luar Negeri Republik Korea, Kementerian Hukum Republik Korea dan Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia membuka Korea Visa Application Center (KVAC) untuk mempermudah proses pengajuan visa bagi warga negara Indonesia yang ingin mengunjungi Korea Selatan. KVAC mulai beroperasi menerima pengajuan visa Korea sejak tanggal 2 Mei 2019 dan berlokasi di Lotte Mall Jakarta, lantai 5 . Informasi lebih lanjut mengenai pengajuan visa dapat dilihat di website KVAC www.visaforkorea-in.com, sedangkan infomasi lengkap terkait jenis-jenis visa serta dokumen persyaratan visa Korea dapat dilihat pada website sites.google.com/view/koreanembassy2/home. KVAC juga memberikan informasi terbaru mengenai pengajuan visa Korea melalui Instagram www.instagram.com/kvac_id serta membuka layanan pelanggan melalui aplikasi pesan WhatsApp di nomor +62 811-1214-001 . Kehadiran KVAC merupakan bagian dari usaha Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia (tahun 2019, yaitu Duta Besar H.E Kim Changbeom) untuk meningkatkan sistem visa sehingga warga negara Indonesia dapat mengunjungi Korea Selatan secara lebih efektif lagi. Melalui peningkatan sistem visa ini diharapkan akan terjadi pertukaran manusia dan budaya dengan Indonesia yang lebih aktif yang mana Indonesia adalah negara kunci kebijakan menuju New Southern Policy. Sedangkan untuk infomasi-informasi terbaru terkait kebijakan visa Korea dapat diakses melalui website Kedutaan Republik Korea untuk Indonesia berikut overseas.mofa.go.kr/id-id/brd/m_2710/list.do (bagian Pengumuman Konsulat).
Iklim Korea tergolong ke dalam iklim benua jika dilihat dari temperatur dan angin yang bertiup dan curah hujan. Iklim Korea dibedakan menjadi empat jenis musim, yaitu: musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Selama kurun waktu musim gugur, iklim di Korea cukup hangat, cuaca pun cerah, langit berwarna biru, dengan dedaunan menakjubkan. Musim dingin sangat dingin dan kering, namun merupakan waktu tepat untuk berkunjung ke Korea bagi wisatawan yang tertarik dengan olahraga musim dingin, karena Korea memiliki banyak tempat untuk olahraga ski. Musim semi yang dimulai pada bulan April hingga Mei juga sangat indah dengan pohon bunga ceri ( cherry blossom ) bermekaran. Namun, musim ini tergolong musim padat pengunjung, sehingga turis perlu memesan terlebih dahulu untuk dapat memastikan akomodasi dan fasilitas wisata tersedia. Bulan-bulan musim panas sangatlah lembab, panas dan agak ramai, karena ketika musim hujan sudah tiba maka banyak kegiatan yang harus disesuaikan dengan fluktuasi hujan yang lebat. MUSIM SEMI Musim semi dimulai pada akhir bulan Maret hingga bulan Mei. Suhu sejuk dan cuaca cerah menjadikan musim semi sebagai musim paling ideal untuk berwisata. Pengunjung dapat menikmati deretan pohon bunga ceri ( cherry blossom ), hamparan bunga Forsythia , bunga Azaleas , bunga Magnolias , bunga Lilacs dan berbagai jenis bunga lainnya yang bermekaran pada puncak musim Semi. MUSIM PANAS Musim Panas dimulai pada bulan Juni hingga Agustus, dan puncak musim panas adalah bulan Agustus. Keringnya musim dingin dan musim semi seakan menghilang selama musim panas tiba karena suhu musim panas sangat tinggi dan lembab. Umumnya, antara akhir bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli di Korea sudah masuk musim hujan, karena adanya pergantian musim. Selama musim hujan di Korea tidak ada terik panas, dan untuk beberapa minggu biasanya berawan disertai hujan lebat hingga tiga minggu. Frekuensi hujan disebut Jangma , dan angin topan secara langsung bisa mengakibatkan kerusakan pada tanaman. Pada musim panas, banyak terdapat buah-buahan di antaranya adalah buah Semangka, Melon, buah Persik, dan banyak sayuran. Selain itu, wilayah pegunungan tertutup oleh tanaman hijau. Untuk menghindari teriknya panas matahari, orang Korea biasanya pergi mendaki gunung, pergi ke pesisir pantai, atau ke daerah lembah untuk menikmati waktu liburan musim Panas. MUSIM GUGUR Musim Gugur di Korea dimulai pada bulan September hingga bulan November. Udara di musim gugur dingin dan kering, disertai langit biru dengan sedikit awan. Orang Korea menyebut musim gugur dengan sebutan Cheon-go-mabi . Panasnya musim panas sepertinya masih bersisa di bulan September. Udaranya panas pada waktu siang, tetapi udara di pagi hari dan sore dingin. Pada bulan Oktober, terdapat sedikit curah hujan dan tingkat kelembaban di udara pun menurun, sehingga cuacanya sedikit kering. Di akhir musim panas hingga awal musim gugur, angin topan muncul dari arah Pasifik Selatan. Musim gugur merupakan musim indah dengan dedaunan berjatuhan. Dedaunan pohon Maidenhair dan pohon Maple berubah warna menjadi kuning keemasan dan merah di seluruh Korea. Selama musim gugur, masyarakat Korea senang pergi mendaki gunung untuk menikmati pemandangan indah dari dedaunan musim gugur. Warna gradasi pepohonan dan dedaunan yang berjatuhan di musim gugur mengundang banyak pengunjung baik domestik dan internasional. Musim gugur juga dikenal sebagai musim panen melimpah, di antaranya panen padi, ubi, buah apel, buah persik, dan buah Jujube. Istilah Cheongomabi berarti “langit tinggi dan kuda gemuk’, menggambarkan musim gugur. Pada musim ini, langit sangat biru, jernih dan bersih, sehingga sangat bagus untuk pergi tamasya, ditambah dengan musim panen berlimpah membuat pilihan kuliner beragam. MUSIM DINGIN Musim Dingin di Korea dimulai antara bulan Desember hingga Februari, dengan suhu terdingin pada sekitar bulan Januari mencapai minus 5 hingga 10 derajat Celcius. Di musim dingin, hari-hari menjadi lebih pendek, sinar matahari muncul lambat dan matahari tenggelam lebih awal. Biasanya terdapat siklus tiga hari dingin yang diikuti dengan empat hari hangat, disebut dengan istilah Samhansaon . Daerah pegunungan di provinsi Gangwon-do turun hujan salju sejak awal musim dingin, dengan suhu dingin dan kering karena angin berhembus dari Siberia. Antara bulan Desember hingga bulan Februari terdapat liburan hari-hari besar, yaitu: hari Natal, Tahun Baru Masehi, dan Tahun Baru Lunar. Sementara antara bulan Februari hingga awal bulan Maret adalah masa untuk wisuda dan awal masuk sekolah. Untuk daerah pedesaan, selama musim dingin lahan pertanian istirahat sejenak sampai tiba masa bercocok tanam di musim semi, selain itu beberapa jenis sayuran tumbuh dan dikembangkan di dalam rumah kaca. Antara bulan November hingga Desember biasanya dilakukan persiapan pembuatan Kimchi dengan skala besar yang bisa dikonsumsi sepanjang musim dingin. Proses persiapan Kimchi dengan skala besar ini disebut Gimjang .